Senin, 24 Oktober 2011

SELAMAT JALAN SUPER SIC #58


Setelah pembalap MOTO2 asal Jepang kali ini, salah satu pembalap favorit ane di tahun 2011 ini meninggal dunia.

memang kecelakaan yg menimpanya cukup mengerikan, bahkan helmnya sdh sampai terlepas (ane lihat pas di tv sih kya'nya helmnya hancur terbentur keras ke aspal.)

BERIKUT BERITANYA SUMBER BERITA DETIK.COM


Ciao, 'Super Sic' 


Kuala Lumpur - Marco Simoncelli adalah pembalap yang lekat dengan kontroversi. Namun, sosoknya tetap saja dicintai.


'Super Sic'. Begitulah julukan yang disematkan untuk pemuda kelahiran Cattolica, Italia, 20 Januari pada 24 tahun silam tersebut.


Predikat 'Super' bukan tanpa sebab disematkan untuk juara dunia 250cc tahun 2008 bersama Gilera tersebut. Lewat aksinya di lintasan, Simoncelli memang digadang-gadang sebagai rider penuh talenta, sampai-sampai ada pula yang mendapuknya sebagai The Next Big Thing dari Italia setelah Valentino 'The Doctor' Rossi.


Saat naik kelas ke kelas MotoGP pada musim 2010, aksi Simoncelli pun dinantikan banyak orang. Memulai musim dengan buruk setelah finis di posisi 11, Simoncelli mampu memperbaiki performa di sisa seri.


Musim kedua rider San Carlo Honda Gresini itu lebih dinanti lagi. Setelah finis kelima pada seri pembuka di Losail, Simoncelli pun dinilai akan mengejutkan di musim 2011.


Simoncelli pada prosesnya berhasil unjuk laju kencang di lintasan. Namun, beberapa kali ia juga harus terjatuh dan crash, bahkan sampai membuat rider lain crash juga. Dani Pedrosa di Le Mans, misalnya.


Saat itu keduanya bersinggungan, membuat Pedrosa celaka dan cedera tulang selangka sementara Simoncelli mendapat ride-through penalty. Saat itu Pedrosa, yang lantas harus absen di tiga seri setelahnya, jelas kesal benar dengan Simoncelli.


Setelah itu, giliran Jorge Lorenzo yang dibuat kesal Simoncelli pada seri ketujuh di Assen. Simoncellli terjatuh dan membawa serta Lorenzo bersamanya. Meski keduanya tetap bisa melanjutkan balapan, Lorenzo tetap mengkritik gaya membalap Simoncelli.


Kritik tersebut sebelumnya juga sempat dilontarkan Lorenzo terhadap Simoncelli pada seri kedua di Estoril. Simoncelli, nilai Lorenzo, terlalu agresif.


Kontroversial. Itulah predikat yang kemudian juga dilekatkan ke diri Simoncelli. Apalagi kesuksesannya memenangi balapan perdananya di kelas 250cc pada tahun 2008 di Mugello pun lekat dengan kontroversi yang juga membuatnya diperingatkan oleh Komisi Keselamatan Pembalap MotoGP.


Akan tetapi, itu pula yang bikin Simoncelli hadir sebagai figur penuh warna. Ia bukan tipikal rider yang 'cari aman', melainkan dipenuhi hasrat membalap nan meledak-ledak. Sayangnya, aksi si Kribo akhirnya harus terhenti di Sepang, Minggu (23/10/2011).


Tatkala balapan baru memasuki lap kedua, Simoncelli yang tengah menikung terlihat melakukannya dengan kurang pas--diduga karena kehilangan kendali bagian depan motornya. Akibatnya fatal. Motornya yang mengarah ke kanan ditabrak Colin Edwards yang melaju tepat ke arahnya. Mereka berakhir di lintasan, dengan Rossi yang ada di sebelah kanan keduanya nyaris ikut jadi korban.


Sekilas melihatnya saja, sudah terlihat betapa insiden itu cukup serius karena helm Simoncelli sampai terlepas dan dirinya pun diam tidak bergerak di atas aspal lintasan Sepang.


"Saat helm sampai terlepas, itu bukanlah sebuah sinyal bagus," komentar Stoner saat diwawancarai BBC setelah insiden tersebut.


Simoncelli sendiri langsung mendapatkan perawatan tapi kondisinya sempat simpang-siur. Nuansa kelabu pun hadir di sekitar ruang perawatan.


Sejumlah wartawan Italia tampak saling memeluk dengan mata merah, lainnya menelepon dengan bahasa Italia seraya menyeka mata dan menyebut-nyebut nama Simoncelli. Seorang reporter perempuan dari BBC bahkan terisak dirangkul rekannya.


"Kondisinya sama sekali tidak baik, kondisinya buruk," ujar seorang kru dari tim San Carlo Honda Gresini dengan mata nanar.


Tak lama berselang, Paolo, ayah Simoncelli tampak melangkah dari ruang perawatan dengan terisak. Isakannya itu kemudian dikonfirmasikan sebagai meninggalnya sang putra. Simoncelli 'pergi' pada pukul 16.56 waktu setempat.


Tragis dan mengejutkan, terlebih Simoncelli sudah tampil prima nyaris sepanjang pekan sampai akhirnya memastikan start kelima dalam balapan. "Aku menantikan balapan esok hari dan merasa yakin kami bisa bertarung dengan tiga pembalap di baris terdepan," ujarnya usai sesi kualifikasi, Sabtu (22/10/2011).


Harapan Simoncelli pada akhirnya harus pupus seiring dengan hembusan nafas terakhirnya, di tempat yang sama di mana ia sebelumnya memastikan gelar juara dunia 250cc pada tahun 2008 silam. Pun lekat dengan kontroversi, Simoncelli niscaya tetap dicintai sebagaimana terlihat dari ekspresi muram di Sepang.


Ciao, "Super Sic". Itulah salam terakhir yang diberikan tim San Carlo Honda Gresini kepada rider-nya yang baru saja tutup usia.



Dua Lap yang 'Gelisah' di Sepang 


Kuala Lumpur - Publik Sepang hanya menyaksikan kurang dua lap balapan MotoGP Malaysia, sebelum dihentikan karena insiden yang menimpa Marco Simoncelli, sampai kemudian terdengar berita bahwa "Si Kribo" meninggal.


Sebanyak 67.112 penonton di sirkuit kebanggaan Malaysia itu sempat frustasi saat stewart memutuskan menghentikan balapan jet darat roda dua itu, padahal baru berlangsung dua putaran. Mereka mengekspresikan kekecewaan dengan melempat kaleng minuman dan botol-botol plastik ke arah trek.


Sampai saat itu mereka tidak tahu kondisi Simoncello karena masih dalam ruang perawatan, meskipun mereka telah menyaksikan langsung sebuah kecelakaan mengerikan, ketika Simoncelli terjatuh lalu dihantam dari belakang oleh pembalap lain (Colin Edwards). Tubuhnya terlindas motor berkecepatan tinggi, helm-nya sampai terpental, lepas dari kepalanya.


Seketika Simoncelli terkapar di aspal dan keadaan tidak bergerak. Beberapa petugas memberi pertolongan darurat, tapi si pembalap tak juga siuman. Kondisinya mulai disimpulkan kritis, sampai kemudian dilarikan ke ruang medis.


Saat jeda, banyak penonton yang bertanya-tanya gerangan apa yang terjadi pada Simoncelli. Sempat tersiar pula desas-desus bahwa pembalap Italia meninggal dunia, karena pengatur lomba (steward) kemudian memutuskan tidak melanjutkan balapan.


"Sayang sekali, tapi bisa dimengerti," tutur ketua Sepang International Circuit, Datuk Mokhzani Mahathir, tentang pelemparan yang sempat dilakukan penonton. Baru kemudian, setelah Simoncelli resmi dinyatakan kehilangan jiwanya, publik Sepang terhenyak.


"Saya memahami perasaan fans. Ada penundaan dalam transmisi infomrasi dari sentral medis kepada publik. Keluarga Simoncelli harus diberitahu lebih dulu, kemudian penyelenggara, baru setelah itu publik," terangnya.


"Dengan situasi seperti itu, hal ini tentu saja tidak bisa dihindari. Tapi saya yakin, ketika fans mengetahui apa yang terjadi, mereka akan mengerti kenapa balapan harus disudahi," sambung Mokhzani, seperti dikutip situs media lokal Newstraitstimes.com, Senin (24/10/2011).


Tentang faktor keamanan balapan termasuk sirkuit, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah sangat siap mengantisipasi setiap hal buruk yang bisa saja terjadi.


"Meskipun semua antisipasi dan persiapan sudah kami lakukan untuk memastikan keamanan, dalam dunia motorsport kita tak pernah bisa menjamin keselamatan 100 persen."


"Dalam 99 tabrakan yang lain, Anda akan mengharapkan pembalap bangkit dan kembali menaiki sepeda motornya. Tapi ada satu peristiwa ketika seorang pembalap tidak mampu bertahan, dan itu terjadi."


Button: Terkadang Dunia Motorsport Bisa Sangat Kejam 

Jakarta - Kematian tragis Marco Simoncelli di lintasan sirkuit Sepang, saat beraksi di atas motor Honda-nya pada MotoGP Malaysia hari Minggu (23/10/2011) kemarin hanya menyisakan duka cita mendalam dari semua orang.


Berikut ini pernyataan bela sungkawa dari berbagai pihak, seperti dilansir dari Autosport:


Chaz Davies, juara dunia Supersport


"RIP, Marco. Olahraga kita kehilangan seorang pembalap hebat dan pria yang sangat asyik. Duka citaku untuk keluarganya. Aku cukup beruntung, pernah menjadi rekan satu tim dengan Marco di tahun 2002. Dia betul-betul pria yang menyenangkan, dan dia mengajariku bahasa Italia pertama yang tak bisa kuulangi!"


Heikki Kovalainen, pembalap F1 dari tim Lotus


"Aku tak percaya, bintang MotoGP Simoncelli tewas dalam sebuah kecelakaan. Satu lagi talenta besar yang pergi hari ini."


Carl Fogarty, empat kali juara dunia Superbike


"Hancur sekali aku mendengar Marco Simoncello meninggal. Orang ini adalah sebuah tarikan nafas udara segar di MotoGP. Sungguh tak bisa dipercaya."


John Hopkins, pembalap MotoGP dan Suzuki British Superbike


"Dewa Speed #58 Simoncelli.... Semangat juangmu akan hidup selamanya!"


Jenson Button, pembalap F1 dari tim McLaren


"RIP Marco... Sungguh sebuah kehilangan besar untuk seorang talenta yang menarik. Turut berduka cita untuk keluarga, teman-temannya, dan semua orang yang terlibat dalam MotoGP. Terkadang dunia motorsport bisa sangat kejam ..."


HRC Honda


"Meremukkan dan menghancurkan hati. Terima kasih atas semua kata-kata bijakmu."


Cal Crutchlow, pembalap Tech 3 Yamaha
"RIP Marco Simoncelli! Pembalap yang hebat, figur yang sangat asyik. Duka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga dan teman-temannya. Aku takkan pernah melupakan hari ini."


LCR Honda MotoGP


"Sebuah tragedi besar menghantam dunia MotoGP hari ini. Kami kehilangan seorang teman dalam diri Marco Simoncelli. Kami menangis untuk seorang sahabat."


Pramac Ducati MotoGP


"Ciao Marco. Kamu akan selalu ada dalam hati kami."


Malcolm Wilson, bos tim Ford World Rally


"Hari ini kita betul-betul dinaungi awan kelabu oleh kematian tragis Marco Simoncelli di balapan MotoGP Malaysia. Marco mengunjungi M-Sport beberapa minggu yang lalu untuk mengetes sebuah mobil Fiesta RS WRC. Antusiasme dan keceriaannya di dalam mobil itu sungguh kentara untuk semua yang melihatnya. Kami semua sangat sedih mendengar kabar ini."


Ducati MotoGP
" … Kami akan selalu mengenang Marco atas senyumnya, antusiasmenya, kerendahan hati, dan emosi luar biasa yang telah membuat kami mendapatkan pengalaman dalam tahun-tahun belakangan ini. Dia salah satu dari kami."


Juan Pablo Montoya, pembalap NASCAR, eks driver Formula 1


"RIP Marco Simoncelli. Dia sungguh sosok yang menyenangkan. Aku ikut berduka cita untuk keluarga dan seluruh temannya."


Shuhei Nakatomo, wakil presiden eksekutif HRC


"Aku tak tahu harus bicara apa. Aku kehilangan kata-kata. Marco orang yang sangat menyenangkan, dan pembalap yang sangat berbakat. Kadang-kadang aku sedikit keras pada dia. Contohnya, setelah dia dapat podium pertamanya di Brno, ketika aku bilang padanya: 'Podium yang beruntung!' dan dia sangat marah … Tapi aku ingin memotivasi dia karena aku tahu dia bisa melakukan lebih banyak. Aku sempat berpikir, bahwa jika dia memenangi balapan pertamanya, kami akan merayakannya bersama-sama. Sekarang aku hanya ingin bilang, terima kasih, Marco, atas semua yang kami berikan padaku. Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga dia. Ini masa yang sangat sedih."


Rossi: Simoncelli Sudah Seperti Adikku 


Sepang - Valentino Rossi memberikan penghormatan pada Marco Simoncelli yang meninggal hari Minggu (23/10/2011) lalu akibat kecelakaan di MotoGP Malaysia di Sepang. Baginya, Simoncelli sudah seperti adiknya sendiri.


Simoncelli meninggal setelah mengalami kecelakaan parah di lap kedua MotoGP Malaysia. Ia terjatuh saat motornya tergelincir ketika menikung dan tertabrak oleh Colin Edwards yang melaju di belakangnya.


Rider tim San Carlo Gresini Honda itu akhirnya meninggal dunia hari Minggu (23/10/2011) sore waktu Malaysia karena luka parah di bagian kepala, leher dan dada.


Rossi yang saat itu berada di dekat Edwards juga terlibat dalam insiden tersebut. Tapi The Doctor tak sampai terjatuh karena bisa mengendalikan tunggangannya meski harus keluar jauh dari lintasan.


Senin (24/10/2011) pagi waktu Malaysia, Rossi membuat pernyataan terkait kematian Super Sic di akun Twitter-nya. Ia menganggap Simoncelli seperti adiknya.


"Bagiku Sic seperti adik. Sangat kuat di trek dan sangat manis di kehidupan normal. Aku akan sangat merindukannya."




Race in Peace, Marco


Sepang - Berbagai belasungkawa diucapkan oleh para pembalap dan atlet untuk kepergian Marco Simoncelli. Sang pembalap meninggal dunia akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang, Minggu (23/10/2011).


Seperti diberitakan sebelumnya, Simoncelli meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di lap kedua. Motor Simoncelli tergelincir miring ketika tengah menikung.


Ia kemudian terjatuh di tengah lintasan. Imbasnya, ia dihantam Colin Edwards yang tengah melaju di belakangnya. Red flag pun dikibarkan dan balapan dihentikan.


Dalam keterangan setelah kecelakaan, Simoncelli dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.56 waktu setempat akibat cedera serius di bagian kepala, leher, dan dada.


"Terkadang hidup tidak masuk akal.. RIP #58, kamu adalah bintang di dalam dan luar lintasan. Kami semua akan merindukanmu," ujar rider Ducati, Nicky Hayden.


"Kau akan dirindukan selalu. Beristirahatlah dengan tenang, Marco," tulis Jorge Lorenzo dalam akun Twitter-nya.


"RIP Marco. Sebuah talenta istimewa yang akan selalu dirindukan.. Kenang semua yang kau sayangi, dan semua yang ada di paddock MotoGP," ucap pembalap F1 dari tim Red Bull, Mark Webber.


Pihak MotoGP juga tak ketinggalan menyampaikan rasa belasungkawanya. "MotoGP menyatakan dukacita yang mendalam kepada keluarga Marco, teman-temannya, dan timnya atas kepergiannya yang tragis," demikian statemen singkat mereka.


Race in peace, Marco. Selamat jalan.



Helm Sampai Lepas, Kecelakaan Simoncelli Bakal Diselidiki


Sepang - Saat mengalami kecelakaan, yang lantas mencabut nyawanya, helm Marco Simoncelli sampai terlepas. Hal ini lantas mencuatkan pertanyaan terkait dengan tingkat keamanan.


Seperti diberitakan sebelumnya, Simoncelli mengalami kecelakaan tragis di lap kedua MotoGP Malaysia, Minggu (23/10/2011). Saat menikung, motornya bertabrakan dengan motor Colin Edwards, dengan Valentino Rossi juga nyaris terkena hantaman motor keduanya.


Pada prosesnya, balapan dihentikan karena kecelakaan tersebut. Dijelaskan kemudian, kecelakaan itu juga sudah merenggut nyawa Simoncelli.


Dalam insiden itu sendiri, helm Simoncelli terlihat sampai terlepas dari kepalanya. Boleh jadi itu adalah imbas dari tabrakan, tetapi mengingat krusialnya sebuah helm untuk melindungi kepala tatkala terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti insiden itu, pertanyaan mengenai keamanan pun muncul.


Terlebih, dunia balap juga baru saja kehilangan pembalap Indianapolis 500 Dan Wheldon dalam sebuah kecelakaan yang melibatkan sejumlah mobil di Indy Car.


Mengenai copotnya helm Simoncelli sendiri, dan imbasnya terhadap melayangnya nyawa rider San Carlo Honda Gresini itu, pada direksi MotoGP belum mau bicara panjang lebar mengingat dunia MotoGP masih sangat berkabung. Tapi ia berjanji pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam.


"Kalau saya boleh menjawab, hal itu akan dijelaskan lain waktu. Konsekuensi dan kondisi dalam kecelakaan tersebut akan diselidiki secara mendalam," janji Race Director Paul Butler dalam sesi konperensi pers yang diikuti detikSport. 
Sepang - Marco Simoncelli akhirnya dinyatakan tewas setelah kecelakaan yang melibatkan dirinya di Sirkuit Sepang. Sebelumnya, dikabarkan sempat sadar meski kondisinya kritis.

Sesaat setelah kecelakaan yang menimpanya, kru Gresini Honda tampak pucat dan ada yang mengatakan kepada detikSport, "Kondisi Simoncelli sama sekali tidak bagus."

Namun, Dari informasi yang didapat detikSport di Sirkuit Sepang, Minggu (23/10/2011), Simoncelli tewas pada pukul 16.56 waktu setempat.

Sementara ini masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak motogp yang rencananya akan menggelar konperensi pers sesaat lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi ketika motor Simoncelli tergelincir miring ketika tengah menikung pada lap kedua.

Sial bagi Simoncelli, ia terjatuh di tengah lintasan. Imbasnya, ia dihantam Colin Edwards yang tengah melaju di belakangnya. Red flag pun dikibarkan dan balapan dihentikan.

Direktur Medis Jelaskan Penyebab Kematian Simoncelli


Sepang - Tim Medis akhirnya melansir penyebab kematian Marco Simoncelli. Direktur medis Dr Michele Macchiagodena menyebut, Simoncelli tewas akibat cedera di bagian kepala, leher, dan dada.

"Saya sangat sedih berada di sini untuk memberitahukan mengenai kematian Marco Simoncelli karena kecelakaan parah yang disebabkan oleh pembalap lain, ada trauma kepada kepala, leher dan dada," ujar Macchiagodena dalam konperensi pers di Sirkuit Sepang, Minggu (23/10/2011), yang juga dihadiri detikSport.

"Saat tim kami sampai, ia tak sadarkan diri. Saat ambulans datang, ia langsung diberikan CPR dan juga mendapatkan perawatan standar lainnya. CPR terus diberikan selama 45 menit karena bisa menolongnya. Sayangnya itu tidak bisa membantunya. Ia meninggal pukul 16.56 (waktu setempat, red)," lanjutnya.

Konperensi pers itu berlangsung selama enam menit dan juga dihadiri oleh Javier Alonso (Dorna Events Managing Director), Franco Uncini (Safety Delegates), Claude Danis (Presiden Komisi Keselamatan), dan Paul Butler (Race Director).

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi ketika motor Simoncelli tergelincir miring ketika tengah menikung pada lap kedua.

Sial bagi Simoncelli, ia terjatuh di tengah lintasan. Imbasnya, ia dihantam Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tengah melaju di belakangnya. Red flag pun dikibarkan dan balapan dihentikan.
 

BERIKUT GAMBARNYA

 
sumber :
google.com
detik.com
KASKUS

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

 

Selamat Datang Di "K-sEm"

Selamat datang di Blog saya, semoga saja kalian bisa mendapatkan apa yang kalian butuhkan diblog saya ini. Terima kasih Telah Berkunjung Di Blog saya,apabila berkenan silahkan berkomentar dan follow blog saya,mari kita saling berbagi ilmu tentang apa saja...

Sekilas tentang "K-sEm"

Berawal dari iseng. Hingga menjadi hobi. (TRESNO JALARAN SAKA GAK NO SING LIYA).

Contact

"K-sEm"